Kamis, 03 Oktober 2013

Sistem Pakar (Expert System)

Sistem pakar (Expert System) dibuat untuk dapat menyelesaikan masalah yang cukup rumit yang sebenarnya hanya bisa dilakukan oleh para ahli. Pembuatan sistem pakar bukan untuk menggantikan ahli itu sendiri melainkan dapat digunakan sebagai asisten yang sangat berpengalaman (Sri Kusumadewi, 2003).




Adapun beberapa definisi sistem pakar dari beberapa ahli (Sri Kusumadewi, 2003), antara lain :
- Menurut Durkin : Sistem pakar adalah suatu program komputer yang dirancang untuk memodelkan kemampuan penyelesaian masalah yang dilakukan oleh seorang pakar.
- Menurut Ignizio : Sistem pakar adalah suatu model dan prosedur berkaitan dalam suatu domain tertentu, yang mana tingkat keahliaanya dapat dibandingkan dengan seorang pakar.
- Menurut Giarratano dan Riley : Sistem pakar adalah suatu sistem komputer yang bisa menyamai atau meniru kemampuan seorang pakar.

Sejarah Sistem Pakar
Sistem pakar pertama kali dikembangkan oleh komunitas AI (Artificial Intellegence) pada pertengahan tahun 1956. Sistem pakar yang muncul pertama kali adalah General-purpose Problem Solver (GPS) yang dikembangkan oleh Newel dan Simon.
Pertengahan tahun 1960-an, terjadi pergantian dari program serba bisa (general-purpose) ke program yang spesialis (special-purpose) dengan dikembangkannya DENDRAL oleh E.Feignbauh dari Universitas Stanford dan kemudian dikutu oleh MYCIN.
Awal tahun 1980-an, teknologi Sistem Pakar yang mula-mula dibatasi oleh suasana akademis mulai muncul sebagai aplikasi komersial, khususnya XCON, XSEL dan CATS-1. Sistem Pakar dari tahun ketahun selalu mengalami perkembangan.


Ciri-ciri Sistem Pakar
Adapun ciri-ciri dari sistem pakar yang baik, antara lain :
- Memiliki fasilitas informasi yang handal.
- Mudah dimodifikasi.
- Dapat digunakan dalam berbagai jenis komputer.
- Memiliki kemampuan untuk belajar beradaptasi.

Keuntungan Sistem Pakar

Secara garis besar, banyak manfaat yang dapat diambil dengan adanya sistem pakar ahli, antara lain :
*  Memungkinkan orang awam bisa mengerjakan pekerjaan para ahli.
*  Bisa melakukan proses secara berulang secara otomatis.
*  Menyimpan pengetahuan dan keahlian dari para pakar.
*  Meningkatkan output dan produktivitas.
*  Meningkatkan kualitas.
*  Mampu mengambil dan melestarikan keahlian para pakar.
*  Mampu beroperasi dalam lingkungan yang berbahaya.
*  Memiliki kemampuan untuk mengakses pengetahuan. 
*  Memiliki reabilitas.Meningkatkan kapabilitas sistem komputer.
* Memiliki kemampuan untuk berkerja dengan informasi yang tidak lengkap dan mengandung ketidak pastian.
*  Sebagai media pelengkap dalam pelatihan.
*  Meningkatkan kapabilitas dalam menyelesaikan masalah.
*  Menghemat waktu dalam mengambil keputusan.
*  Memberikan penyederhaan solusi untuk kasus-kasus yang kompleks dan berulang-ulang.

Kelemahan Sistem Pakar

Disamping memiliki beberapa keuntungan, sistem pakar juga memiliki beberapa kelemahan, antara lain :
*  Biaya yang diperlukan dalam pembuatan aplikasi sistem pakar dan memeliharanya sangat mahal.
*  Sulit dikembangkan. Hal ini tentu saja erat kaitannya dengan ketersediaan pakar dibidangnya.
*  Sistem pakar tidak 100% bernilai benar.
*  Daya kerja dan produktivitas manusia menjadi berkurang karena semuanya dilakukan secara otomatis oleh sistem.



1 komentar: